Selalu ada cinta-Nya di setiap nafas yang berhembus...
di setiap alunan jantung yng berdetak...
dan dalam langkah kaki yang berayun...
Selasa, 12 Maret 2013
Kamis, 20 Mei 2010
Cerita Inspirasi
Ada sebuah cerita tentang nelayan jepang yang bisa kita ambil hikmahnya.
Orang Jepang sejak lama menyukai ikan segar. Tetapi tidak banyak ikan yang tersedia di perairan yang dekat dengan Jepang dalam beberapa dekade ini. Jadi untuk memberi makan populasi Jepang, kapal-kapal penangkap ikan bertambah lebih besar dari sebelumnya. Semakin jauh para nelayan pergi, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa hasil tangkapan itu ke daratan. Jika perjalanan pulang mencapai beberapa hari, ikan tersebut tidak segar lagi. Orang Jepang tidak menyukai rasanya. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perikanan memasang freezer di kapal mereka.
Mereka akan menangkap ikan dan langsung membekukannya di laut. Freezer memungkinkan kapal-kapal nelayan untuk pergi semakin jauh dan lama. Namun, orang Jepang dapat merasakan perbedaan rasa antara ikan segar dan beku. Ikan beku harganya menjadi lebih murah. Sehingga perusahaan perikanan memasang tangki-tangki penyimpan ikan di kapal mereka. Para nelayan akan menangkap ikan dan langsung menjejalnya ke dalam tangki hingga berdempet-dempetan.
setelah beberapa saat saling bertabrakan, ikan-ikan tersebut berhenti bergerak. Mereka kelelahan dan lemas, tetapi tetap hidup. Namun orang Jepang masih tetap dapat merasakan perbedaannya. Karena ikan tadi tidak bergerak selama berhari-hari, mereka kehilangan rasa ikan segarnya. Orang Jepang menghendaki rasa ikan segar yang lincah, bukan ikan yang lemas. Bagaimanakah perusahaan perikanan Jepang mengatasi masalah ini? Bagaimana mereka membawa ikan dengan rasa segar ke Jepang?
Jika anda menjadi konsultan bagi industri perikanan, apakah yang anda rekomendasikan?
Solusi terbaik ternyata sederhana, sangat sederhana.
Bagaimana ikan Jepang tetap segar?
Untuk menjaga agar rasa ikan tersebut tetap segar, perusahaan perikanan Jepang tetap menyimpan ikan di dalam tangki. Tetapi kini mereka memasukkan seekor ikan hiu kecil ke dalam masing-masing tangki. Memang ikan hiu memakan sedikit ikan, tetapi kebanyakan ikan sampai dalam kondisi yang sangat hidup. Ikan-ikan tersebut tertantang!
dikutip dari buku "30 Hari Mencari Jati Diri", karya Aris Ahmad Jaya (2009)
sahabat.. cerita ini sengaja saya terbitkan dan dikutip dari buku yang berjudul "30 Hari mencari Jati Diri" karya Aris Ahmad jaya, karena menurut saya, ini adalah cerita yang sangat inspiratif..cerita yang mengandung hikmah bahwa kita bisa hidup karena tantangan yang datang silih berganti, dan kita telah melewatinya. Lihatlah ke belakang, betapa banyak usaha yang kita lakukan dalam setiap cobaan yang kita hadapi. Orang yang berhasil lebih banyak gagalnya daripada orang yang gagal.
Orang Jepang sejak lama menyukai ikan segar. Tetapi tidak banyak ikan yang tersedia di perairan yang dekat dengan Jepang dalam beberapa dekade ini. Jadi untuk memberi makan populasi Jepang, kapal-kapal penangkap ikan bertambah lebih besar dari sebelumnya. Semakin jauh para nelayan pergi, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa hasil tangkapan itu ke daratan. Jika perjalanan pulang mencapai beberapa hari, ikan tersebut tidak segar lagi. Orang Jepang tidak menyukai rasanya. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perikanan memasang freezer di kapal mereka.
Mereka akan menangkap ikan dan langsung membekukannya di laut. Freezer memungkinkan kapal-kapal nelayan untuk pergi semakin jauh dan lama. Namun, orang Jepang dapat merasakan perbedaan rasa antara ikan segar dan beku. Ikan beku harganya menjadi lebih murah. Sehingga perusahaan perikanan memasang tangki-tangki penyimpan ikan di kapal mereka. Para nelayan akan menangkap ikan dan langsung menjejalnya ke dalam tangki hingga berdempet-dempetan.
setelah beberapa saat saling bertabrakan, ikan-ikan tersebut berhenti bergerak. Mereka kelelahan dan lemas, tetapi tetap hidup. Namun orang Jepang masih tetap dapat merasakan perbedaannya. Karena ikan tadi tidak bergerak selama berhari-hari, mereka kehilangan rasa ikan segarnya. Orang Jepang menghendaki rasa ikan segar yang lincah, bukan ikan yang lemas. Bagaimanakah perusahaan perikanan Jepang mengatasi masalah ini? Bagaimana mereka membawa ikan dengan rasa segar ke Jepang?
Jika anda menjadi konsultan bagi industri perikanan, apakah yang anda rekomendasikan?
Solusi terbaik ternyata sederhana, sangat sederhana.
Bagaimana ikan Jepang tetap segar?
Untuk menjaga agar rasa ikan tersebut tetap segar, perusahaan perikanan Jepang tetap menyimpan ikan di dalam tangki. Tetapi kini mereka memasukkan seekor ikan hiu kecil ke dalam masing-masing tangki. Memang ikan hiu memakan sedikit ikan, tetapi kebanyakan ikan sampai dalam kondisi yang sangat hidup. Ikan-ikan tersebut tertantang!
dikutip dari buku "30 Hari Mencari Jati Diri", karya Aris Ahmad Jaya (2009)
sahabat.. cerita ini sengaja saya terbitkan dan dikutip dari buku yang berjudul "30 Hari mencari Jati Diri" karya Aris Ahmad jaya, karena menurut saya, ini adalah cerita yang sangat inspiratif..cerita yang mengandung hikmah bahwa kita bisa hidup karena tantangan yang datang silih berganti, dan kita telah melewatinya. Lihatlah ke belakang, betapa banyak usaha yang kita lakukan dalam setiap cobaan yang kita hadapi. Orang yang berhasil lebih banyak gagalnya daripada orang yang gagal.
Langganan:
Komentar (Atom)
